RSS

Siluet Jingga

Selamat Datang di Telaga Inspirasiku....
Semoga kalian menikmati dan menemukan beribu Hikmah di Setiap Jengkal Telaga Inspirasiku..

Join This Site and Load The Guess Book


Showing posts with label Resensiku. Show all posts
Showing posts with label Resensiku. Show all posts

Resensi dimuat Media Mahasiswa 23 Juli 2013 (11)




Bersahabat dengan Ujian Hidup, Pelecut Keimanan dan Perbaikan Diri

Ujian tak kan pernah bisa lepas dari kehidupan setiap manusia. Berbagai bentuk ujian hidup terhampar luas di atas realita kehidupan sehari-hari manusia. Tinggal bagaimana setiap orang melihat ujian itu, dan apakah ia mampu mengambil hikmah di balik setiap peristiwa. Menyerap inti sari pelajaran tentang kebijaksanaan hidup. Bagi orang yang jauh dari mengingat-Nya, tidak sedikit yang menyikapi ujian hidup yang menghampiri dengan keputusasaan, dan pelarian diri ke lembah kenistaan. Namun, bagi orang yang mendapat hidayah-Nya, akan sanggup menjadikan cobaan hidup sebagai pelecut keimanan diri dan perbaikan diri menuju pribadi yang lebih baik lagi.

Hal ini lah yang berusaha ditanamkan penulis melalui kisah kehidupan Aisya yang tumbuh dalam badai konflik keluarga yang berkepanjangan. Ayah yang harusnya mengambil tanggung jawab sebagai kepala keluarga, ternyata mencari pelarian dari kerasnya ujian hidup. Saat ia difitnah menggelapkan uang puluhan juta, dan dituntut untuk mengganti uang yang bukan semestinya, ia melupakan keluarganya. Meninggalkan kewajiban untuk menafkahi istri dan anak-anaknya. Juga meninggalkan Tuhannya. Ibu Aisya terpaksa harus bergantung seorang diri pada jerih payahnya. Mulai saat itu lah, percekcokan mulai sering terdengar di rumah kecil Aisya. Terkadang Aisya dan adik-adiknya lah yang menjadi korban pertengkaran orang tua mereka.

Seiring berjalannya waktu, Aisya tumbuh sebagai perempuan dengan pribadi ganda. Di sekolah ia menjadi perempuan riang, dan rajin yang bersembunyi dalam topeng kepura-puraan, seakan tak pernah ada masalah di kehidupannya. Saat di rumah, ia menjelma perempuan pendiam dan tertutup. Hal ini terus berlanjut hingga pernah membuatnya hampir memilih bunuh diri akibat depresi. Namun Allah masih menyayanginya. Allah bukakan pintu hidayah untuk Aisya. hingga Aisya kini menjadi wanita solehah dan belajar untuk lebih dekat dengan Dzat Pemilik Segala Kehidupan. Wanita teguh dan rela berkorban untuk kebahagiaan orang-orang yang menyayanginya. Wanita yang pantang menyerah dalam menghadapi seberat apa pun cobaan yang menerpa.

Pertemuan Aisya dengan Abi membuka babak baru dalam perjalanan hidup Aisya. Abi dengan masa lalu kelamnya, tersentuh hatinya oleh kepribadian Aisya. ia pun tersadar atas apa yang selama ini dilakukannya untuk menghalau beratnya cobaan hidup. Menjadikan kemaksiatan pelarian bukan lah hal yang akan menjadikan hidupnya lebih baik, malah akan menghancurkan dirinya. Ia pun kembali ke jalan-Nya.

Lewat persinggungan Abi dan Aisya mengarungi  hari-hari mereka, Abi dengan penyakit ginjalnya yang menunggu uluran tangan  pendonor ginjal untuk meneruskan hidupnya, Aisya dengan keadaan keluarganya yang porak poranda, belum lagi Kakak perempuannya Sita, yang butuh donor ginjal juga, menjadikan kisah ini kaya akan hikmah. Banyak pengorbanan hidup dilakukan keduanya untuk tidak menyerah pada kerasnya hidup.

Layaknya novel remaja, ada bagian dimana percikan-percikan cinta mulai tumbuh di antara keduanya. Namun batas-batas hubungan interaksi antar manusia berlainan jenis tetap di pertahankan sebagaimana diajarkan oleh agama. Masa lalu kedua insan ini lah yang menjadikan hubungan mereka terus terjalin dengan indah.

Hingga pada suatu hari, Abi memutuskan pergi ke Jakarta  untuk berobat. Ini membuat Aisyah terguncang. Mengingatkan Aisya pada Almarhum kakaknya Yudha, yang juga pernah meninggalkan dirinya dan berjanji akan kembali. Namun takdir berkata lain. Belum lagi ingatan masa lalunya pergi,  tentang Dimas, lelaki yang pernah dicintainya, namun memilih pergi saat hidupnya hancur dan meninggalkan Aisya, dengan perasaan cinta dan harapan untuk bisa hidup bersama dalam sebuah keluarga. Aisya belum siap untuk kehilangan Abi. Lelaki yang selama ini telah mengisi kekosongan hatinya. Abi yang diam-diam juga menaruh hati pada Aisya, namun takut untuk mengutarakannya sebab masa lalu yang terlanjur tertulis di lembaran hidupnya. Belum lagi penyakit yang ada dalam tubuhnya.

Aisya kembali diterpa badai cobaan. Kali ini lebih berat, sebuah kecelakaan yang mempertemukan orang-orang yang memiliki sejarah panjang keberadaan Aisya. beberapa jam sebelum kecelakaan terjadi, sebagian masa lalu Aisya tersingkap di depan matanya. Tentang siapa jati diri Aisya sebenarnya. Tidak hanya sampai di situ, Aisya juga didiagnosa mengidap penyakit kanker otak dan Hemophilia. Ia koma berhari-hari, seakan-akan tak ada waktu lagi yang tersisa untuknya.

Ditengah kecamuk kesedihan, dan perjuangan berat melawan penyakit yang dialami Aisya, ada secercah cahaya harapan yang menyeruak. Aisya bertemu Ibu yang melahirkannya, yang pernah menelantarkan Aisya kecil. Ia berjumpa papanya. Dan sebuah harapan baru untuk masa depannya, ia akan segera menikah dengan Abi.

Didalam buku ini, pembaca akan disuguhi banyak tulisan yang menggambarkan catatan hati seorang perempuan yang berjuang keras dalam gejolak kehidupan keluarga, konflik batin, juga tentang pergolakan perasaan. Seorang perempuan yang ingin membahagiakan kedua orang tuanya meski selama hidupnya tak pernah dianggap oleh keluarga. Ia menjadikan hidupnya sebagai pengabdian dan pembaktian diri pada orang tua. Seberapapun besarnya penolakan Ibunya yang menganggap dirinya tak berguna.

 “Aku tidak ingin mencari kebahagiaanku sendiri. Aku akan bahagia jika aku bisa melihat lebih dulu kebahagiaan orang-orang yang kusayangi. Sebab disanalah letak ibadahku sebagai anak yang harus berbakti kepada orang tua dan kakakku.” (hal.241)

Lewat karyanya, tokoh Aisya terus menabung demi mengumpulkan uang untuk mewujudkan kebahagiaan Ibu yang telah merawatnya. Meski kehidupannya terus dirundung pilu dan penderitaan yang tiada habisnya. 

Namun itu lah seorang perempuan bernama Aisya. Karakter hidupnya mampu mengajarkan kita untuk tidak begitu saja menyerah pada cobaan hidup yang mendera. Mengajarkan kita tentang arti ketulusan hati. Sebesar apapun keburukan yang diberikan orang-orang tersayang pada kita, membalasnya dengan jalan yang sama bukan lah solusi yang positif. Hal itu hanya akan berdampak buruk bagi hidup kita. Jalan terbaik adalah membalasnya dengan perlakuan yang lebih baik. Agar saatnya nanti, pintu hidayah akan membukakan hati orang-orang yang telah berbuat buruk pada kita. Dan merubah mereka menjadi diri yang lebih baik dari sebelumnya.

Sebuah novel tentang perjuangan keras seorang wanita yang bergelut dengan kerasnya hidup, dan dalam sakit wanita ini tetap terus berkarya sekaligus bertahan demi keluarga dan anak yang ada di dalam kandungannya. Kisah yang menggetarkan dan menyentuh sanubari.

M. Adib Susilo, Mahasiswa IAIN Walisongo Semarang dan Penikmat Novel. Anggota Forum Lingkar Pena Semarang.

Judul Buku      : Ada Tasbih di Hati Aisya
Penulis             : Wien Oktadatu Setyawati
Penerbit           : NAJAH (Diva Press)
Cetakan           : Pertama, Mei 2013
ISBN               : 978-602-7640-58-0
Tebal               : 414 Halaman

Link: http://mediamahasiswa.com/sastra/resensi/2013/07/23/bersahabat-dengan-ujian-hidup-pelecut-keimanan-dan-perbaikan-diri.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Resensi dimuat di Radar Seni 14 Juli 2013 (10)




Cahaya Dibalik Sisi Gelap Pencuri Legendaris Inggris

“Orang kaya ternyata miskin, orang jujur ternyata licik, kita semua berpotensi melakukan apa saja.” – A.J. Raffles (Pencuri Legendaris dari Inggris).

Siapa yang tak pernah mendengar kisah Roobin Hood yang dianggap sebagai Pencuri baik hati, karena sepak terjang kehidupannya yang kerap merampok orang-orang kaya yang melintasi wilayah kekuasaanya, namun ia tak pernah menggunakan hasil rampokannya itu melainkan untuk dibagikan pada kaum miskin di sekitarnya. Begitu pun kisah dari Inggris abad ke-19 ini, yang menceritakan tentang Pemain Kriket tampan bernama Ananias Justice Raffles. Pemuda dengan sejuta pesona, luas pergaulannya, tetapi juga sinis pada segala bentuk keserakahan dan penindasan. Karena kepribadiannya itulah menjadikan ia seorang pencuri dengan topeng dan jas hitam berkelas. Tujuannya adalah mengambil harta benda paling berharga milik mereka yang berada, namun sombong, culas, kejam dan serakah.

Pada Kisah kali ini, A.J Raffles  harus berhadapan dengan Dan Levy, seorang rentenir tua yang licik dan suka memeras orang kaya dan terlebih lagi pemuda kaya dalam lilitan utang. Demi menyelamatkan temannya, Edward M. Garland (Teddy Garland) dari cengkaraman jahat Dan Levy, ia dan sahabat karibnya Harry ‘Bunny’ Manders, mencoba untuk melakukan trik-trik berbahaya untuk membebaskan temannya sekaligus melunasi hutang-hutang Teddy pada Dan Levy.

Meski Teddy tidak ingin melibatkan Raffles pada masalah hidupnya, begitu juga ayahnya, namun Pada malam sebelum jatuh Tempo pembayaran, setelah memberikan Teddy obat tidur agar pikirannya tenang dan ia bisa istirahat untuk persiapan bertanding Kriket antar perguruan tinggi pada pagi harinya, Raffles dan Bunny mengunjungi Carlsbad, tempat dimana Dan Levy menjalankan bisnis dan menyimpan semua dokumen-dokumen penting nasabahnya.

Di luar jendela kantor si rentenir, Raffles dan Bunny berjabat tangan dengan orang yang baru saja keluar dari kantor Dan Levy atau lebih tepatnya korban si rentenir licik. Dan saat itulah Raffles berhasil melakukan sesuatu hal yang di luar keramah tamahan, yaitu dengan tangkas mengambil dan memasukkan sebuah amplop kaku ke dalam saku dada Bunny.  Sebuah amplop berisi uang tagihan yang akan dibayarkan kepada Dan Levy oleh si empunya. (hal. 67)

Dengan tipuan dan sedikit sandiwara, akhirnya keduanya berhasil melunasi hutang Teddy pada si rentenir, dengan uang hasil curian yang pada hakikatnya adalah uang Dan Levy sendiri. Namun, Sifat Raffles yang terlalu mudah yakin atas keberhasilan rencananya membuat ia tak sadar bahwa apa yang telah ia lakukan di Carlsbad adalah awal petaka bagi kehancuran keluarga Teddy. Tidak hanya sahabatnya itu, tetapi juga ayah Teddy. Keluarga mereka terancam jatuh ke dalam jurang terbawah kehidupan dan penderitaan.

Ketika pagi harinya Raffles mendapati Teddy sudah tidak ada di tempatnya, mereka berdua semakin panik, hingga tiba-tiba ayah Teddy dengan tergesa datang ke rumah Raffles dengan perasaan campur aduk, lalu masalah seakan tak henti-hentinya menyambut Raffles dan Bunny, di kediaman Teddy, mereka mendapat tamu istimewa dengan kedatangan Dan Levy untuk memberitahukan bahwa Rumah yang selama ini ditinggali Teddy beserta ayahnya adalah dibawah kekuasaan mereka karena Ayah Teddy tak bisa melunasi hutang-hutangnya.

Di balik semua itu, ternyata sudah sejak lama Dan Levy merencanakan niat jahatnya untuk menjerat keluarga kaya itu. Pertama-tama mengelabui ayah Teddy untuk berhutang padanya, hingga bunganya pun berlipat ganda. Lalu karena takut niatnya digagalkan Teddy, ia pun menjerat kehidupan Teddy dengan trik yang sama yang dilakukannya pada Ayah Teddy. Sehingga anak dan bapak itu sama-sama bungkam dan merahasiakan utang-utangnya.

Kisah mulai mencapai klimaks ketika Raffles mendapat tantangan langsung dari Dan Levy untuk sebauah tindakan kriminal yang bisa mengancam reputasi Raffles di mata orang-orang. Sebagai penebus kesalahan yang diperbuat Raffles dan Bunny pada Dan Levy. Namun, tidak demikian dengan Raffles. Ia menerima tantangan itu untuk menyelamatkan Teddy beserta Ayahnya dari cengkraman si rentenir, meski hal itu akan beresiko pada kariernya dan kemungkinan terburuk, ia akan dijebloskan ke penjara.

Setelah apa yang diminta Dan Levy – pencurian sebuah berkas untuk pengadilannya -  berhasil didapatkan Raffles, keluarlah sifat asli si rentenir yang licik dan penuh tipu muslihat. Ia mengkhianati janjinya. Ia membakar barang bukti itu setelah terlibat baku hantam dengan Raffles dan Bunny di kantornya.  Dengan wajah berlumur darah, Raffles tetap berusaha memberikan perlawanan hingga Dan Levy ambruk tak sadarkan diri.

Dan Levy dibawa ke pulau antah berantah, untuk diadili oleh Raffles. Pengadilan Raffles. “Dalam kasus ini aku tidak melihat bagaimana hukum akan bercampur tangan. Jadi aku sendiri yang akan mengadilimu.” Katanya. (hal. 291)

Hingga saat Raffles dan Bunny sedang dalam perjalanan kembali ke Rumahnya, sebuah surat kabar memberitakan kematian si rentenir. Detektif-detektif dari Scotland Yard mengikuti gerak-geriknya semenjak meninggalkan Carlsbad. Bunny pun bersusah payah membuat penyamaran untuk keduanya. Dan berhasil. Sehari berikutnya, tersiah kabar bahwa pembunuh Dan Levy menyerahkan diri mereka. dan mereka tak lain adalah korban kekejaman si rentenir, dan mantan pesuruh Dan Levy.

Di akhir kisah petualangannya, Bunny memaparkan sebuah pengakuan. Bahwa ini semua permainan Dan Levy, bukan permainan Raffles.  Karena Raffles selalu mengikuti peraturan permainan setaat mungkin, tidak kalah taatnya dengan pemuka agama. Raffles pun sadar, apa yang ia lakukan itu adalah salah. Hal ini tercermin dalam kata-katanya yang selalu penuh metafora. “ aku tahu aku ini apa. Tapi sepertinya kau (Bunny) sudah tak tertolong lagi dan menjadi pemuja penjahat.”

Sisi lain dari seorang Raffles juga terungkap secara mengejutkan, bahwa ia pernah dekat dengan Perempuan yang menjadi tunangan Teddy. Ia lah yang mempersatukan mereka. Demi sahabat karibnya Teddy, ia merelakan perempuan yang mencintainya, perempuan yang sehati dengan Raffles, dalam kenekatan,dalam temperamennya. Dengan kelembutan hati yang dimiliki Raffles itulah yang membuat Bunny, setia menemati petualangan sahabatnya itu, meski sampai ke ujung dunia.

Terlepas dari jati diri sang tokoh utama sebagai pencuri, sehingga perlu digaris bawahi, apa pun bentuk pencurian adalah pelanggaran dan sesuatu yang tidak dibenarkan. Namun, kisah dalam buku ini bisa di ambil hikmahnya dari sudut yang berbeda. Sebuah kesetia kawanan sang pencuri legendaris, kelemah lembutan hatinya yang menebarkan kebaikan pada sekitarnya. Serta rasa tanggung jawab seorang Raffles yang layak diapresiasi. Meskipun ia seorang pencuri, namun ia sadar siapa dirinya, dan ia lebih mementingkan keselamatan hidup sahabatnya dari pada kesenangannya dan jati dirinya yang mungkin saja bisa terbongkar. Sebuah sisi baik dari gelapnya kehidupan Mr. Justice Raffles.

Selamat membaca...

M. Adib Susilo, Mahasiswa IAIN Walisongo Semarang, Pegiat di PesMa Daarun Najaah serta Penikmat Novel Misteri dan Detektif.

Judul Buku      : Mr. Justice Raffles: Pencuri Legendaris dari Inggris.
Penulis             : E.W. Hornung
Penerjemah      : Melody Violine
Penerbit           : Visimedia
Cetakan           : I, Maret 2013
Halaman          : x + 422 Halaman
ISBN               : 979-065-173-2

Link:  http://radarseni.com/2013/07/14/cahaya-di-balik-sisi-gelap-pencuri-legendaris-inggris/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Resensi dimuat di Majalah Islam Wasathon 8 Juli 2013 (9)




Sejarah Jilbab dan Perjalanan Batin Perempuan dalam Pergulatan Keyakinan Memilih Hidup

Kisah ini bercerita tentang perjalanan hidup seorang perempuan bernama Annisa Saraswati Dian Kusuma. Ibunya adalah seorang artis yang terkenal sedangkan Ayahnya sebelum menikah seorang produser tenar. Ketika umur Annisa menapaki 6 tahun, Ibunya didiagnosa Kanker stadium akhir dan tak berselang lama, ia menghembuskan nafasnya setelah selesai melaksanakan shalat taubat. Sebelum meninggal, Ibu Annisa memberikan sebuah wasiat dalam bentuk video rekaman, namun hanya boleh dilihat saat Annisa berulang tahun yang ke 20.

Di usia delapan belas, Annisa mulai mencapai hal-hal besar dalam hidupnya. Rambut indah yang diwarisinya dari gen ibu membuatnya terjun ke dalam dunia yang dulu digeluti ibunya. Ia menjelma primadona, sebagai iklan sampo. Wajahnya menghiasi papan-papan reklame yang terserak di seantero Indonesia. Produk-produk yang dibintanginya menjadi komoditas di segmen remaja. Kecerdasan dan kecantikannya menjadi jaminan program-program televisi, layar lebar dan dunia model untuk menuai rating yang tinggi. Dan ia dianggap memiliki rambut termahal di Indonesia.

Ketenaran itu ada harganya. Dan seperti itu lah hidup dalam dunia glamour keartisan. Saat semua orang berusaha mendekati diri dengan segala latar belakangnya, sedikit saja terpeleset maka diri menanggung resiko yang akan berdampak besar pada karier dan hidup seorang artis. Hal itu pula lah yang dialami Annisa pada suatu ketika ia menghadiri undangan temannya. Meski ia tetap bertahan dalam rayuan dan desakan teman-temannya untuk mencicipi bubuk haram di sebuah hotel tempat temannya sesama artis mengadakan pesta, namun pada detik terakhir, saat sebuah pintu didobrak paksa dan berhamburlah para polisi dan reporter yang seakan telah mencium bau uang yang akan mengalir di kantong-kantong mereka karena mendapat berita yang sensasional. Seorang artis terkenal sedang berpesta narkoba di sebuah hotel. Uang selalu mampu berbicara banyak. Kau tidak akan bisa mengalahkannya, kecuali bila kamu memiliki iman. Itu kata-kata klise yang tidak pernah berarti apa-apa bagi banyak orang. Anissa hanyalah gadis kecil yang terkoyak di bawah semesta.

Karier dan hidup Annisa mulai disorot media. Semua orang berebut untuk mendapat keterangan dari artis sampo itu. Meski hasil tes menyatakan negatif namun gosip telah meluncur deras di telinga para pendengar, dan media sangat berperan besar dalam menciptakan kesan negatif dalam kariernya. Ayah dan Raj Singh teman ayah Annisa sekaligus produsernya memutuskan untuk mengirimnya ke Turki, bukan Paris yang selama ini ia idamkan. Di kota mode kiblat segala macam mode dunia.

Di Kota Istanbul Annisa memulai hidup barunya, jauh dari gemerlapnya dunia hiburan sebagaimana hidupnya di Jakarta. Di tempat ini lah lambat laun Annisa bersinggungan dengan orang-orang yang membuatnya ingin lebih mendalami hakikat berjilbab, sebagaimana Wasiat ibunya pada saat ulang tahunnya ke-20. Ibunya ingin putrinya berjilbab. Ia pun bertemu Ameesha cucu Raj Singh keturunan India yang beragama Hindu. Ia dalam kesehariannya mengenakan dupatta yang mirip kerudung . “Brahma menginginkan wanita-wanita hindu lebih sopan dan menjaga moralitas. Tradisional sari tidak seperti yang kau kenal sekarang. Tradisional sari selalu disertai dengan duppata atau kerudung.” Kata Ameesha.(hal.115)

Ia menjadi artis peraga di program Nuray Aydin. Desainer busana muslimah asal Istanbul. Yang mengajarkan banyak sejarah panjang jilbab dalam agama-agama di dunia beserta makna yang tersirat di dalamnya. Ia diperkenalkan pada Sarila, seorang kristen ortodoks yang juga mengenakan kerudung yang mungkin tampilan fisiknya sedikit berbeda, namun hakikatnya sama. “pendapatku mungkin tidak begitu penting. Tapi menurutku perempuan Kristen haruslah mengenakan tudung di kepalanya agar menjaga kehormatan dirinya.” Jelasnya.(hal.123)

Lalu mulailah ia berjumpa, bercengkarama dengan keluarga besar Nuray Aydin yang sudah dianggapnya sebagai kakak. Dari Anne Maryam (Ibu Mertua Nuray Aydin) ia belajar sejarah nabi adam, sampai pada peradaban bangsa-bangsa besar zaman dulu.  Sejarah Jilbab telah berjalan beriringan dengan peradaban bangsa Mesopotamia, Mesir, serta menjadi sebuah simbol kebersahajaan dan kebijaksanaan perempuan. Serta sebagai penghargaan tertinggi terhadap rambut kaum perempuan, yang sebenarnya memiliki karakteristik seksual. Dari Adiknya ia mulai mempertanyakan kembali keinginannya untuk memakai jilbab, dan segala resiko yang akan dialaminya nanti. Ia juga bertemu dengan Sarah yang telah menolongnya dari gangguan pemuda mabuk di perjalanan pulang. Kota Istanbul telah membuatnya terpesona.

Dan ketika ia memutuskan untuk menunaikan wasiat Ibunya untuk berjilbab, banyak yang menentang keputusannya dan membujuk rayu Annisa agar memikirkan kembali hal itu. Ada yang secara terang-terangan, seperti Ayahnya yang diam-diam terlilit utang karena mengalami kebangkrutan saat mencoba berinvestasi saham. Juga adiknya Fariz yang butuh uang untuk melunasi hutang-hutang yang menumpuk. Dan ada pula yang secara terang-terangan mengungkapkannya seperti manajernya, Sandy. Profesinya menuntut ia berjuang meyakinkan artisnya Annisa untuk meralat keputusan memakai jilbab, karena hal ini tentu berdampak pada kerja bisnisnya. Belum lagi kontrak-kontrak Annisa yang belum terlaksan, serta pengajuan kerjasama pada produk Luar Negri yang melirik Annisa sebagai Brand Ambassador produk perusahaan tersebut di Pasar Asia Tenggara yang sayang untuk dilepas. Limpahan uang milyaran menanti mereka di depan mata. Belum lagi regulasi pemerintah turki yang tidak membolehkan mahasiswa memakai jilbab, meskipun hanya sebuah kursus. Hal ini menyebabkannya tak bisa mendapatkan ijazah kelulusan.

Namun, ia telah menemukan jalannya. Ia menemukan kualitas dalam dirinya. Dan ia telah memutuskan untuk berjilbab. Itu berarti ia harus siap menerima segala resiko yang mungkin timbul karena keputusannya itu. Ia sudah siap melepas segala ketenarannya. Ia pun telah menguras sisa uang tabungannya untuk ganti rugi pada pihak perusahaan yang telah ia batalkan kontraknya. hingga Allah menepati janji-Nya. Ia diberikan Rizki dari arah yang tak terduga. Sebuah rumah produksi film berskala internasional ingin menjadikannya tokoh utama yang sesuai dengan pribadinya kini. Berjilbab.

Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dalam Buku setebal 336 halaman ini. Tentang ujian hidup yang dialami seorang Annisa. Tentang puncak kariernya yang jatuh dalam kecelakaan moral. Saat ia melampaui batas-batas pergaulannya. Bagaimana pergulatan keyakinannya untuk memaknai hakikat berjilbab. Serta pengalaman spiritualnya dengan orang-orang dekatnya di Istanbul. Banyak pesan yang disampaikan penulis dalam bait-bait kisahnya. Dengan bahasa yang lugas, indah dan penuturan yang ringan. Penulis berhasil meramu sejarah Jilbab, beserta peradaban masa lampu, dengan memadukan inti sari dari agama-agama di dunia tentang Jilbab. Meski dalam bentuk dan penyebutan yang bermacam-macam, namun hakitatnya tetap sama.

Ini lah buku yang wajib dimiliki oleh para perempuan yang masih gamang akan hidupnya bila memakai jilbab. Memakai jilbab haruslah dengan keputusan pribadi. Karena itu akan berpengaruh luas kepada hubungan sosial antara diri seorang perempuan dengan orang-orang sekitarnya. Tidak baik mengambil keputusan berjilbab dalam bayang-bayang orang lain. Kita mungkin akan terjatuh dan kehilangan banyak hal akibat sebuah keputusan. Namun janganlah menyerah, dan teruslah percaya bahwa Allah tengah menguji  keteguhan kita. Dengan berjilbab kita berarti membatasi diri dan memegang kendali untuk kapan bisa berinteraksi dengan laki-laki, sebaliknya melepas jilbab berarti kita memberikan kesempatan kepada lelaki untuk mengendalikan diri kita dalam berinteraksi dengan mereka. Demikianlah lah sedikit pesan yang tertuang dalam buku ini. Selamat membaca.

M. Adib Susilo, Mahasiswa IAIN Walisongo Semarang dan anggota Forum Lingkar Pena Semarang.

Judul Buku: Rambut Annisa
Penulis: Zaynur Ridwan
Penerbit: Salsabila (Pustaka Al Kautsar)
Cetakan: Pertama, April 2013
Tebal: 336 halaman.
ISBN: 978-602-98545-3-4

Link:  http://wasathon.com/resensi-buku/view/2013/07/08/sejarah-jilbab-dan-perjalanan-batin-perempuan-dalam-pergulatan-keyakinan-memilih-hidup

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS