RSS

Siluet Jingga

Selamat Datang di Telaga Inspirasiku....
Semoga kalian menikmati dan menemukan beribu Hikmah di Setiap Jengkal Telaga Inspirasiku..

Join This Site and Load The Guess Book


Anak Sejuta Bintang: Kisah Masa Kecil Anak Negeri



Anak Sejuta Bintang

Di bawah siraman cahaya bintang, bocah lelaki itu mengusap wajah. Menyeka air mata yang seketika menggenang di pelupuk mata. Ia teringat tatapan teman-teman sekelas, seolah serempak menghunjamkan berbagai pertanyaan. Padahal ia sendiri tak tahu menahu dari mana kekalahan itu bermula. Tak ada yang salah, segala hal telah dilakukan dengan seksama. Dipaksa nasib menerima kenyataan yang tak terbayangkan.

Di langit, lintang waluku berkedip memamerkan cahaya yang cemerlang. Bocah itu telah menempuh perjalanan panjang penuh cahaya. Dididik “sejuta bintang”  mumpuni, dan tumbuh dalam dekapan cinta ayah- ibundanya. Maka ia tak ingin tenggelam lebih lama, mesti berjuang lebih gigih, seperti harapan “sejuta bintang” yang mengitari hidupnya.

Ini lah novel yang berkisah tentang keriangan dan kegilaan dunia anak-anak. Diramu dari sengitnya persaingan, percikan-percikan cinta, hangat kebersamaan dan keluguan yang menggemaskan. Tegangan mencekam dan inspirasi tak bertepi membuat novel ini kaya warna.  Novel ini menggugah kesadaran kita, bahwa kesuksesan seseorang tidak ditentukan oleh kekayaan maupun status orang tua. Namun kesuksesan berasal dari pola didik yang benar dan tepat.

Novel biografis yang mengulas tentang masa kanak-kanak Ical (Aburizal Bakrie) hingga beranjak remaja. Bagaimana ia hidup dalam kemapanan namun hal itu tidak menjadikan Ical sebagai anak yang manja dan suka bergantung pada orang tuanya.

Diceritakan pula bagaimana keadaan ayah Ical dalam menjalankan usahanya yang pernah sampai gulung tikar, namun dengan semangat tak kenal lelah untuk membahagiakan istri dan anaknya, ayah Ical berusaha segenap daya dan tenaga untuk terus mempertahankan usahanya hingga ia menjadi pengusaha yang terbilang sukses.

Juga tentang pengalaman ayah Ical yang sebelum menjadi orang kaya, pernah memulai menapaki dunia usaha dengan berdagang roti kecil-kecilan.  Sehingga dari kecil, jiwa ayah Ical telah ditempa oleh kehidupan untuk memiliki mental tak kenal lelah,dan terus berjuang menggapai cita-cita yang diidamkan.
Di dalam buku setebal 405 halaman ini juga diselipi oleh sedikit unsur-unsur sejarah yang mungkin sudah menjadi bagian dari hidup Ical semasa kecil. Petikan-petikan nasehat penuh hikmah juga tersemat dalam kisah-kisah Ical mengarungi kehidupan masa kecilnya. Beserta cuplikan pengajaran dan didikan pak Bakrie, ayah Ical, dalam menghadapi tingkah pola anak-anaknya.

Dengan penulisan yang lugas, gaya bahasa yang segar dan menghibur, novel ini patut dibaca oleh semua orang tua, pendidik, anak-anak dan remaja. Karena memuat nilai-nilai luhur yang patut dipetik oleh generasi penerus bangsa.

Novel ini mengandung banyak hikmah dan pelajaran akan lika-liku kehidupan yang selalu beriring dengan kesuksesan dalam hidup. Mengajarkan kita akan kebijaksanaan sikap dalam menghadapi segala masalah yang datang.

Buku ini baik digunakan untuk dasar pengajaran anak, terutama di masa pertumbuhan. (Nh. Dini)

By: M. Adib Susilo – 2012

Judul Buku: Anak Sejuta Bintang: Perjalanan Panjang Penuh Cahaya
Penulis: Akmal Nasery Basral
Penerbit: Expose (Group Mizan)
Terbit: Cet. I Januari 2012
Tebal: 405 halaman
ISBN: 978-602-99072-2-3

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sherlock Holmes: The Game of Death



SHERLOCK HOLMES: THE GAME OF DEATH 
Perseteruan Sherlock Holmes dan Profesor Moriarty


Siapa yang belum tahu detektif Sherlock Holmes? Dia lah detektif eksentrik dari Inggris yang sepak terjangnya sudah melegenda di berbagai penjuru dunia. Bersama Dr. Watson, asisten andalnya yang juga berprofesi sebagai seorang dokter, mereka beraksi mengungkap segala kejahatan. Dari kejahatan kecil yang terlihat sepele, hingga kejahatan yang rumit dan janggal sekalipun.

Novel ini mengupas 5 dari sekian banyak kasus yang Holmes tangani, diantaranya ialah The Illustrious Client, The Missing Three-Quarter, The Adventure of The Norwood Builder, The Final Problem, dan The Empty House. Yang ke semua kisah di dalamnya dikisahkan secara lugas dan mendalam, kasus-kasus yang penuh akan mara bahaya, yang menyeret emosi pembaca dalam ketegangan yang tak bertepi.
Titik tekan pada Novel ini tentu saja ada pada kasus The Final Problem, sebuah kasus yang mempertemukan Holmes dengan orang nomer satu yang paling ditakuti di daratan Eropa karena aksi kejahatannya, Profesor James Moriarty. Ia oleh Holmes dijuluki sebagai Napoleon-nya dunia hitam, sosok yang dianggap mampu menyamai kecerdasan dan kecerdikan Sherlock Holmes, meskipun dalam dunia yang berbeda.

Dari sekian banyak kisah tentang Sherlock Holmes yang ditulis Sir Arthur Conan Doyle, hanya sedikit yang menampilkan sepak terjang Moriarty. Sehingga kasus The Final Problem ini lah yang merupakan kisah kemunculan terbesar Profesor Moriarty. Kasus yang merekam sepak terjang Profesor Moriarty, dan mengabadikan momen pertarungan hidup mati kedua Maestro, Sherlock Holmes Versus Profesor Moriarty.
Demi menghentikan aksi kejahatan Profesor Moriarty, Holmes secara sadar mempertaruhkan nyawanya meski ia memiliki pilihan untuk tidak melanjutkan kasus yang sedang ditanganinya. Ia tahu benar bahaya apa yang akan dia dapat, sehingga secara diam-diam, merencanakan sesuatu untuk menjauhkan sahabat, sekaligus patnernya, Dr. Watson dari ancaman bahaya yang menginta mereka, yang sewaktu-waktu bisa menerkam mereka dari segala arah.

Ini lah detik-detik Holmes menarik dan mengoyak jaring laba-laba dalam organisasi kejahatan London yang dikepalai Profesor Moriarty, dan menyeret mereka semua ke muka pengadilan.

Kasus- kasus lain dalam buku ini juga tak kalah menegangkan, TheIllustrious Client mengisahkan perjuangan Holmes melepaskan anak perempuan dari sahabat Kliennya, yang telah terjerat dalam tipu daya penjahat paling ditakuti se-Eropa setelah Moriarty dan rekannya,  Kolonel Moran. The Missing Three Quarter menceritakan Holmes yang mencoba menyelidiki kasus hilangnya seorang atlit secara misterius. The Norwood Builder yang mengulas petualangan Sherlock Holmes yang berusaha sekuat tenaga mempertaruhkan nyawa dan profesinya untuk membebaskan Kliennya dari tuduhan kejahatan misterius yang dialamatkan padanya, dan mengembalikan nama baik Kliennya. Dan yang menjadi pemungkas semua petualangan dalam buku ini, yaitu Kasus The Empty House, kasus yang ditangani Watson, setelah jatuhnya Holmes beserta Profesor Moriarty ke dalam air terjun yang dalam. Dan dari ketinggian yang tak mungkin lagi menyelamatkan nyawa mereka berdua.

Dengan bahasa lugas, dan pengolahan kata yang apik, penulis berhasil mengajak pembaca untuk ikut menyusuri jalanan london yang penuh kejahatan. Ikut merasakan ketegangan yang tak bertepi. Dan buku ini tidak menjadikan bosan meski dibaca berulang kali. Bacaan wajib bagi para penikmat Novel misteri dan detektif.  Selamat Membaca....!

By: M. Adib Susilo

Judul Buku    : Sherlock Holmes The Game of Death: Perseteruan Sherlock Holmes dan Profesor Moriarty
Penerbit          : Visimedia
Halaman         : vi + 242 Halaman
Cetakan          : III, Juni 2012

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KADO UNTUK BLOGGER Persembahan GAGAS MEDIA

Hari ini, sebuah pengumuman di dinding facebookku membuatku terhenyak... sebuah Kado Untuk Blogger Persembahan Gagas Media lah yang telah mencuri perhatianku...

Ternyata pengumuman itu tidak hanya di facebook, tetapi juga di twitter. sedangkan aku, tidak setiap hari meneliti tweet2 yang masuk sehingga mungkin pengumuman tersebut terlewatkan olehku...

Untuk menyambut Ulang Tahun ke-10, Gagas Media bagi-bagi paket buku untuk para blogger yang gemar mereview buku yang dibaca... dan itu adalah sebuah persembahan yang luar biasa.. sedikit sekali, atau bahkan jarang ada penerbit yang memberikan penghargaan sebesar demikian...

sehingga ini lah yang membuatku tertarik untuk mengikuti Even UNFORGOT TEN GAGAS MEDIA..
 dengan hadiah paket buku berisi 10 buku pilihan Gagas Media... WOOOWWWW.... 10 Buku untuk tiap blogger! kebayang kan dahsyattttnya!!!

Aku gembira, sangat gembira.. namun juga ada sesal di dalam hati ini. kenapa selama ini, aku tak menuliskan review semua bacaan-bacaanku di blogku tersayang ini.. kenapa hanya di buku catatan pribadiku..

Juga, kenapa selama ini tulisan resensi-resensi bukuku baik yang sudah pernah dimuat di media cetak dan online, atau yang sering ditolak media, bahkan yang dalam proses antara dimuat dan tidak, tak ku tuliskan dalam blog ini untuk berbagi pada blogger-blogger lainnya...

yah, aku menyesal.. dan kini ada cahaya asa yang baru di depan mataku..
untuk semakin meningkatkan kualitas meresensi buku-ku.. juga untuk semakin memberdayakan bloggku ini..

dengan buku yang nantinya diberikan kepadaku, bila aku terpilih tentunya, aku bisa semakin mengasah kemampuan menulisku, karena dengan banyak membaca buku dari genre bermacam-macam menjadikan kita berwawasan luas dalam dunia tulisan. Tidak hanya menulis novel atau cerpen sebagaimana yang sedang kugeluti selama ini, tetapi juga meningkatkan kualitas tulisan resensiku yang selama ini terbilang masih belum sebagus peresensi lainnya..

Dan bila nantinya aku menjadi salah satu yang terpilih mendapatkan kado persembahan dari Gagas Media, aku ingin meresensi semua buku pilihan Gagas Media yang tentunya sangat berkualitas, dan kaya akan pengetahuan ke media-media cetak dan online.. untuk memperkenalkan secara luas buku-buku Gagas Media. bahwa Buku-buku terbitan Gagas Media juga patut dimiliki oleh semua orang!

juga tentunya mereview kembali buku-buku tersebut di blog ku ini... sebagai komitmen bahwa aku siap untuk mereview minimal 1 buku dari 10 buku yang telah diberikan Gagas Media pada Blogku dan mempublikasikannya sebelum tanggal 3 Juli 2013.

sehingga aku jadi makin rajin untuk mengisi blogku dengan tulisan-tulisan penuh inspirasi yang bersumber dari sebuah buku untuk disebarkan kepada orang lain....

sekali lagi, UNFORGOT TEN Gagas Media!!! dan Sukses selalu buat Gagas Media!!

Ini dia pengumumannya... silahkan dibaca...

Sumber: https://www.facebook.com/hashtag/unforgotten

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Resensi Novel dimuat di RimaNews.com 7 Juni 2013 (1)



Sebuah Kebanggan dari Jalanan, Kisah yang Tak Terungkap

Jika hingga saat ini kau belum pernah mendengar seorang konsultan detektif terbaik di dunia, Mr. Sherlock Holmes, tak diragukan lagi, kau telah menghabiskan umurmu di atas sebuah batu raksasa, atau mungkin kau dibesarkan oleh serigala di alam liar. Aku membicarakan seorang pengungkap kejahatan paling cerdas dan terkenal sepanjang masa- yang menjadi cikal bakal penyelidikan modern kejahatan! Prolog tajam yang  mengawali buku serial Sherlock Holmes dan Laskar Jalanan Baker Street.

Novel ini mengajak kita berpetualang ke tahun-tahun terakhir era Victoria di Inggris. Memperlihatkan sepak terjang anak-anak jalanan yang menjadi kaki tangan Sherlock Holmes pada banyak kasus yang ia tangani. Mereka oleh Holmes diberi nama Laskar Jalanan Baker Street, yang keberadaannya hanya sedikit sekali disebut-sebut dalam kisah yang ditulis Dr. Watson, patner andal yang selalu setia menemani Holmes mengungkap kejahatan.

Berawal dari peristiwa kematian tiga bintang sirkus, Walenda Bersaudara, Holmes kedatangan tamu istimewa di flatnya, Pangeran Wales. Holmes dipanggil Yang Mulia Ratu Victoria, melalui putranya, Pangeran Edward untuk menyelidiki suatu pencurian paling ganjil The Stuart Chronicle, salah satu buku  paling berharga di seluruh dunia, baik karena rahasianya, maupun batu-batu mulia penghiasnya. Buku yang oleh Charles II diciptakan sebagai buku harian pribadi untuk merekam pikiran-pikiran  serta pandangan-pandangan dari setiap monarki. Dan berfungsi sebagai penghubung yang memberikan kesinambungan terhadap pemegang takhta. (hal. 173)

Holmes berkeyakinan bahwa ada benang merah yang terhubung antara kematian Walenda bersaudara dengan hilangnya The Stuart Chronicle. Laskar Jalanan pun beraksi. Mereka menuju Sirkus Grand Barboza, tempat dimana Welenda Bersaudara menjemput ajalnya. Masing-masing memilih pemain sirkus pilihannya untuk mengorek keterangan yang berhubungan dengan kematian Walenda Bersaudara. (hal. 169)
Elliot berhadapan dengan Pelatih Singa, Rohan bertemu si Kembar Jekyll dan Hyde, Wiggins dengan Clarence Manusia Meriam, Alfie secara tidak sengaja mendengarkan pembicaraan Jones Bersaudara si Penari Akrobat yang merupakan rival dari Walenda Bersaudara, sedangkan Ozzie tertangkap oleh Madam Estrella sang Peramal. Mereka sadar, bahaya terus mengintai mereka. Maka, mereka harus tetap waspada terhadap keadaan di sekelilingnya.

Dan novel ini mencapai klimaksnya saat Wiggins menemukan senjata pembunuh yang tertinggal di tumpukan serbuk gergaji, Holmes memperlihatkan tali yang telah disabotase saat dipakai Walenda Bersaudara beratraksi di penghujung hidupnya, dan Ozzie mengetahui identitas si penjual tali. Beserta bukti-bukti yang ditemukan Holmes di Kediaman Yang Mulia Ratu Victoria, perburuan mereka tinggal menunggu waktu.
Sebuah novel dengan teori-teori deduktif yang tajam dan memikat dalam memecahkan setiap kejahatan. Penyajian cerita dengan gaya yang meledak-ledak yang mampu mencampuradukkan perasaan para pembaca, ketegangan, keingintahuan, dan tentunya akhir cerita yang tak akan pernah terpikirkan dalam benak kebanyakan orang. 

Novel ini diimbangi dengan kisah keseharian Laskar Jalanan Baker Street. Dimana belum pernah ada buku yang mengungkap secara gamblang keterlibatan geng anak-anak jalanan Baker Street. Ozzie dengan otak cemerlangnya yang begitu mengagumi Holmes dan metode deduksinya, Wiggins anak jalanan cerdas yang memperdaya para penjahat, Rohan seorang raksasa yang lembut hatinya, Elliot si pengancam, Alfie bocah lelaki kecil yang baik hati dan terbuka, dan juga anak-anak lainnya yang bisa ditemukan dalam buku ini. Mereka lah informan Holmes di jalanan. Mereka kumpulan dari anak-anak jalanan dengan nasib yang tak jauh beda, bersatu untuk mencoba hidup berbagi satu sama lain. Mengajak kita menalar, tentang arti kehidupan. Sesulit apa pun hidup yang mereka jalani, mereka tidak putus asa. Mereka sadar mereka adalah orang-orang tersisih, tetapi satu hal yang mereka yakini, mereka ada untuk orang lain.

Buku ini selain mengajarkan arti pentingnya sebuah ikatan persaudaraan, dari tiada menjadi ada, juga sebuah bahan bacaan yang mampu mengasah daya analisa dan deduksi kita. Tidak hanya diperuntukkan untuk para penikmat cerita misteri dan detektif namun juga sesuai untuk kalangan remaja maupun orang dewasa.

Judul Buku    : Sherlock Holmes & Laskar Jalanan Baker Street #1: Misteri Kematian Bintang Sirkus
Penulis            : Tracy Mack dan Michael Citria
Penerjemah    : Maria M. Lubis
Penerbit          : Qanita (Mizan Group)
Cetakan          : VI, Maret 2012
Tebal              : 308 halaman
ISBN               : 978-602-8579-23-0
Peresensi        : M. Adib Susilo, Mahasiswa IAIN Walisongo dan anggota Forum Lingkar Pena Semarang

Link: http://www.rimanews.com/read/20130607/105715/sebuah-kebanggaan-dari-jalanan-kisah-yang-tak-terungkap

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kampung Damai



Sebuah tempat yg rindang, teduh nan asri serta menyediakan suasana islami untuk pemuda dan pemudi. Itulah gambaran singkat tentang sebuah kampung damai yang kami impikan.

Di sana kami akan mengajarkan mereka bagaimana membaca Al-Qur'an. Bukankah Al-Qur'an itu adalah pegangan utama seorang muslim? Di mana kelak jika mereka mengetahui isi pesannya akan bisa menimbulkan ketakwaan pada diri mereka, dan sebaik-baik bekal bagi mereka adalah ketakwaan.

Ada yang baru mulai mempelajarinya tetapi dalam tempo satu minggu saja mereka sudah mulai bisa untuk membaca sendiri tanpa bimbingan guru meskipun masih tertatih-tatih. Beberapa anak yang lain membutuhkan waktu yang lebih lama, mungkin butuh beberapa bulan untuk akhirnya bisa membaca Al-Qur'an dengan tanpa bimbingan.

Di lain waktu, kami juga akan menuntun mereka untuk menghafalkan hadis-hadis nabi serta beberapa pepatah Arab yang kami yakin akan mereka butuhkan kelak. Meskipun kami menuntun mereka dengan setengah memaksa, tapi akhirnya mereka mau juga untuk menghafalnya. Entahlah apakah karena mereka mengharapkan nilai, ataukah mereka menghafal karena paksaan kita, atau mungkin mereka melakukannya karena mereka tahu seberapa penting tulisan-tulisan yang sedang mereka hafal itu. Tapi kami akan selalu berusaha untuk memastikan bahwa yang terakhirlah yang selalu ada di benak mereka.

Kami rasa dasar-dasar ilmu agama itu belum cukup untuk membekali kehidupan mereka suatu saat nanti, maka kami mengajarkan beberapa dasar ilmu empiris. Kami ajarkan mereka beberapa pelajaran umum seperti matematika, fisika, teknologi informasi, sosiologi dan kawan-kawannya. Ya, membekali seseorang hanya dengan ilmu-ilmu agama memang seringkali sudah bisa untuk menghidupinya, karena ilmu-ilmu agama itu layaknya sebuah nasihat pembangkit semangat mereka yang jatuh, walau apapun pekerjaan mereka. Tetapi, ilmu-ilmu umum itu seringkali dibutuhkan untuk memudahkan pekerjaan-pekerjaan mereka meskipun sebenarnya kami ingin sekali mereka bisa menggunakan ilmu itu lebih daripada sekedar memaksimalkan sebuah peluang kerja, seperti menjadi seorang peneliti dan penemu misalnya.

Kami kira sejauh ini semua proses pentrasferan ilmu itu berjalan dengan baik. Namun kami memiliki beberapa masalah pada jiwa kehidupan kami yang rasanya masih begitu keropos. Kami kekurangan orang-orang berjiwa besar yang senantiasa menyampaikan pesan-pesan kebaikan pada mereka, yang dengan itu akan menyirami keringnya hati mereka dari pelajaran kehidupan. Padahal seharusnya kami memberikan semua pelajaran itu sambil menyelinginya dengan pesan-pesan kehidupan, tapi rasanya baru sedikit sekali pesan kehidupan yang bisa kami berikan untuk mereka.

Keberadaan orang-orang berjiwa besar yang sangat kami butuhkan itu adalah orang-orang yang memiliki jiwa keikhlasan, yaitu mereka yang mau membantu perkembangan anak-anak didiknya karena bisikan nurani mereka yang terdalam, bukan atas tekanan dari atasan. Mereka adalah orang-orang yang akan memberikan cap yang baik pada hati anak-anak dan bekasnya akan mempengaruhi perkembangan mereka meskipun terkadang para pendidik itu harus meninggalkan tempat pendidikan.

Seorang ulama memberikan definisi ikhlas, yaitu sebuah perbuatan yang dilakukan dan akan tetap dilakukan meskipun tidak ada seseorang yang melihatnya.

Keikhlasan itu memang motor penggerak paling inti dalam kehidupan manusia. Tanpa sebuah keikhlasan yang tertanam pada diri seorang pendidik, perkataannya hanyalah hiasan, dan semua demonstrasi kehidupan yang ia peragakan hanyalah sebuah perjuangan semu. Keikhlasan itu barang sebuah mutiara yang ditemukan di samudra luas nan dalam, ia tidak akan mudah untuk dicari.

Jika keikhlasan itu barang yang susah untuk dicari lalu bagaimana kita akan menjadikannya sebagai sebuah ruh inti kehidupan kita yang pastinya akan kita butuhkan setiap hari?! Ya, ia memang susah untuk dicari, dan ia juga begitu mudah untuk hilang. Ia memang seperti barang yang sangat-sangat susah untuk dijaga. Maka hal yang harus dilakukan adalah terus merawatnya dan mengawasi keberadaannya, seakan sebuah berlian terlangka yang harus dijaga 24 jam penuh.

Keikhlasan memang seperti berlian berharga yang tidak tampak oleh mata. Seseorang bisa saja mengajarkan orang lain bagaimana cara memperoleh berlian itu, namun sebenarnya dia sendiri tidak pernah mencoba untuk mencari-cari berlian yang bisa dia peroleh. Ya, karena dia memang bisa diajarkan dari mulut ke mulut, tetapi untuk mempraktekkannya hanya sedikit sekali orang yang melakukannya, bukan karena tidak mampu, tetapi karena mereka tidak memiliki kemauan untuk melakukannya.

Bukankah banyak di kelas-kelas, atau di masjid-masjid, atau di banyak tempat yang lain orang-orang yang menyampaikan pesan tentang keikhlasan. Agar kita pergi ke masjid ikhlas karena Allah, kemudian ia bisa menyebutkan dalil-dalil pendukungnya. Atau ada lagi yang mengatakan agar kita ikhlas ketika menuntut ilmu dan lagi-lagi ia bisa menyebutkan dalil-dalil pendukung perkataannya. Memang keikhlasan itu adalah hal yang bisa untuk diajarkan, tetapi hendaknya setiap orang yang mengajarkan sebuah keikhlasan itu juga mengoreksi dirinya sendiri apakah keikhlasan itu sudah ada pada dirinya?!

Kalau begitu yang kami butuhkan sekarang adalah seorang pengawas itu, yang bisa untuk mengawasi keberadaan “keikhlasan” di hatinya sendiri dan di hati para pendidik itu. Jadi orang ini haruslah orang yang tahu seluk beluk keikhlasan hingga serinci-rincinya. Orang ini pula yang nanti akan menjaga keikhlasan orang-orang di sekitarnya entah dengan cara langsung seperti memberikan mereka metode untuk menjadi orang yang ikhlas sebagaimana yang seringkali diajarkan oleh Rasulullah sallalahu alaihi wasallam, atau ia akan menjaga keikhlasan mereka secara tidak langsung dengan memberikan mereka uswah hasanah atau contoh perbuatan baik.

Kita memang tidak akan pernah bisa untuk menjustifikasi seseorang adalah orang yang ikhlas atau tidak ikhlas, karena ikhlas adalah perbuatan hati. Tetapi jika seseorang mengamati perilaku orang lain secara keseluruhan dan secara rinci maka akan membuahkan sebuah kesimpulan tentang keberadaan keikhlasan di hatinya. Meskipun begitu, kita tetap harus meyakinkan kesimpulan itu dengan bertanya langsung kepada sang pelaku terhadap motif  perbuatannya.

Proses pengawasan adalah hal utama yang perlu untuk dilakukan. Dan pelestariannya dengan mencetak kader-kader baru yang memiliki jiwa besar adalah hal kedua yang mesti jadi daftar wajib checklist kami.

Kami tentu sangat membutuhkan bantuan kalian. Kalian yang merasa terdorong untuk ikut serta membangun kampung damai yang kita impikan bersama. Kawan-kawan yang telah tumbuh dewasa bersama-sama dan merasakan pendidikan di dalamnya akan sangat kami nantikan, sebab kalianlah yang tahu seluk beluk kampung kita, jasmani maupun ruhaninya. Kepedulian itu walaupun sedikit adalah hal terbesar yang akan kita dapatkan untuk memperbaiki ikatan kita. Karena ketahuilah, ikatan kita tidak pernah terputus, kita akan selalu terikat dengan tempat di mana kita pernah mengenyam pendidikan.


Mimpi, cita-cita, do'a dan harapan saudaraku, Azzam Mushoffa yang tertuang dalam Sepucuk Surat dari Tanah Madinah. 
"Kami lukiskan impian kami disini, lukisan Kampung Damai...." By: Azzam Mushoffa
Al-Ishlah, Kampung Damai.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS